Koordinasi Awal RANCANGAN AKSI PERUBAHAN (RAP)
LPPM Universitas Khairun Mendukung Penuh Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi Awal Perancangan Aksi Perubahan BIMA Terintegrasi
Ternate, 27 Agustus 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun Mendukung Penuh Pelaksanaan kegiatan Kegiatan langkah awal dan koordinasi perancangan Rancangan Aksi Perubahan (RAP), pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Ruang Seminar LPPM Universitas Khairun Lantai 2.
Kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam membangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama terkait pelaksanaan Rancangan Aksi Perubahan berjudul “Peningkatan Layanan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Pengembangan Sistem BIMA Terintegrasi di Universitas Khairun.”
Rancangan Aksi Perubahan tersebut digagas oleh M. As’ad Jamil, S.E., Kepala Subbagian Umum LPPM Universitas Khairun (Project Leader), sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XVI Tahun 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Pusat Statistik.
Dalam penyampaiannya, M. As’ad Jamil menjelaskan bahwa pengembangan BIMA Terintegrasi dilatarbelakangi oleh masih tersebarnya sejumlah layanan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada berbagai kanal. Beberapa layanan, seperti pengajuan surat tugas, bantuan Article Processing Charge (APC), konsultasi, pengaduan, pemantauan status layanan, serta penyajian data kinerja, belum seluruhnya terhubung dalam satu sistem pelayanan secara menyeluruh.
Melalui pengembangan BIMA Terintegrasi, layanan tersebut diharapkan dapat disatukan dalam satu portal pelayanan yang lebih mudah diakses, transparan, efektif, efisien, dan terukur. Sistem ini juga dirancang untuk menyediakan fasilitas pelacakan status layanan, helpdesk, pengelolaan arsip digital, serta dashboard informasi bagi pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Koordinasi awal ini membahas tahapan pelaksanaan aksi perubahan, pembagian peran dan tanggung jawab Tim Efektif, identifikasi kebutuhan pengembangan sistem, penyusunan standar operasional prosedur dan standar waktu layanan, serta rencana pengumpulan data dan dokumen pendukung. Para peserta juga memberikan masukan terhadap konsep awal pengembangan sistem agar sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pengguna layanan.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat membangun kolaborasi dan memberikan dukungan sesuai tugas masing-masing. Koordinasi yang baik antara pimpinan, Tim Efektif, pengelola layanan, tim teknologi informasi, dan pengguna menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan aksi perubahan.
Kegiatan ini menghasilkan kesepahaman awal mengenai arah pengembangan BIMA Terintegrasi, mekanisme koordinasi, pembagian tugas, serta rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan milestone Rancangan Aksi Perubahan.
Pengembangan BIMA Terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola LPPM Universitas Khairun yang transparan, akuntabel, responsif, dan berbasis teknologi informasi.